Malam dan Bulan

Saat semua yg di dunia ini hidup berdampingan seperti perempuan dan lelaki, daratan dan lautan, bumi dan langit, bulan dan bintang, siang dan malam. Tetapi kita berbeda. Kau dan aku tetap hidup berdampingan layaknya malam dan bulan. Dimanapun ada malam pasti juga ada bulan. Ya itulah nama kita, malam dan bulan.

Awal perkenalan kita pun berbeda. Disaat kau dan aku tak pernah berbicara, hanya tau nama dan muka. Hari pun silih berganti, lambat laun kau mengajakku berbicara melalui chatting, tetapi aku tetap mengacuhkanmu. Berawal dari sebatang pulpen dan sebuah catatan, kita menjadi akrab.

Layaknya teman sekelas, kita ngobrol biasa. Menayakan apakah ada tugas atau ujian lama - lama menjadi basa basi perhatian. Jam terus berputar maju, dari siang hingga malam kita mengobrol tentang banyak hal. Kau pun menjadi semakin perhatian. Aku tak tahu apakah kau benar benar orang yang perhatian atau kau mulai menaruh rasa padaku.

Waktu terus berjalan, dari teman chat biasa menjadi hubungan tanpa status. Tak ada kejelasan. Rasa sayang terus kian tumbuh. Hari - hari menjadi cerah. Kita pun saling bercuri pandang tanpa satu orang pun menyadarinya. Kau lah yang mengajarkan aku apa itu cinta, kau lah yang mengajarkan aku bagaimana lembutnya kasih sayang, kau juga yang mengajarkan aku betapa hangatnya sebuah pelukan. Itulah yang aku inginkan. Ada yang menemaniku dalam hidupku yang kelam ini.

Tak terasa sudah beberapa bulan kita bersama. Menjalani hubungan yang tak jelas ini. Lama - lama aku pun bertanya kau menganggapku apa selama ini? Apakah aku ada di hatimu? Mengapa kita harus menjalani hubungan yang tak jelas ini? Kau pun menjawab dengan lembut, bahwa kau minta menyayangiku, kau menyukaiku, tetapi butuh waktu untuk sampai pada tahap yang pasti. Aku pun dengan sabar menunggu untuk kau menyatakan kita telah sampai pada hubungan yang jelas dan pasti.

Layaknya anak - anak muda, masa pendekatan adalah masa - masa yang paling indah. Kita mengukir banyak kenangan yang manis dan indah. Setiap kita bersama, kita pasti mengukir kenangan. Akhirnya kita sampai pada tahap hubungan yang jelas. Walaupun sangat sederhana melalui pesan singkat aku tetap bahagia.

Original posted by Shabrina Nur Lailani

Comments

Popular posts from this blog

Potret diri

Arti Dirimu