Posts

Showing posts from September, 2015

Potret diri

Perempuan dalam foto itu aku Tersenyum hangat seperti bunga bermekaran Pegunungan indah menjadi latarbelakang pemandangan Kilauan mentari terlihat elok Tetapi itu hanya sebuah foto Apa yang terlihat di foto tak seperti kenyataan Mungkin sebagian orang menganggap aku bahagia Tetapi mereka salah besar Aku tak ingin terlihat sedih Aku tak ingin ada aura negatif dalam foto Bisakah aku terlihat baik - baik saja? Akankah semua orang mengetahui kebenarannya? Tak akan lagi aku menampakkan kepalsuan Aku ingin menjadi apa adanya Seperti dunia yg terlihat alami Original posted by  Shabrina Nur Lailani

Roda Kehidupan

Waktu terus berjalan Hari silih berganti Diriku tak bergerak Layaknya menunggu kepastian Waktu terus berputar seperti roda Kemarau berganti dengan hujan Dirimu pun tetap sama Diam terpaku menatap langit Aku dan kamu sama Tak tahu arah untuk melangkah Akankah terus begini? Kita harus terus melangkah Karena waktu tak akan berhenti Tak bisa harus selalu melihat kebelakang Karena hari esok adalah masa depan Original posted by   Shabrina Nur Lailani

Arti Dirimu

Saat bulan yang selalu menerangi malam Saat mentari bersinar menyambut pagi Saat bunga - bunga bermekaran di taman Saat itu pula aku mengenal dirimu Kau datang perlahan - lahan Mengalun lembut masuk ke dalam diriku Mengajari arti dari cinta Merasuki perasaan kasih sayang Dirimu indah bagai bulan bersinar dalam kegelapan Dirimu lembut bagai sehelai kain sutra Ingin aku memilikimu Ingin aku terbuai dalam pelukanmu Dapatkah kau mencintaiku? Bisakah aku untuk menyayangimu? Akankah kau meminangku? Aku akan selalu bersamamu Layaknya mentari dan pagi yang selalu berdampingan Original posted by  Shabrina Nur Lailani

Malam dan Bulan

Saat semua yg di dunia ini hidup berdampingan seperti perempuan dan lelaki, daratan dan lautan, bumi dan langit, bulan dan bintang, siang dan malam. Tetapi kita berbeda. Kau dan aku tetap hidup berdampingan layaknya malam dan bulan. Dimanapun ada malam pasti juga ada bulan. Ya itulah nama kita, malam dan bulan. Awal perkenalan kita pun berbeda. Disaat kau dan aku tak pernah berbicara, hanya tau nama dan muka. Hari pun silih berganti, lambat laun kau mengajakku berbicara melalui chatting, tetapi aku tetap mengacuhkanmu. Berawal dari sebatang pulpen dan sebuah catatan, kita menjadi akrab. Layaknya teman sekelas, kita ngobrol biasa. Menayakan apakah ada tugas atau ujian lama - lama menjadi basa basi perhatian. Jam terus berputar maju, dari siang hingga malam kita mengobrol tentang banyak hal. Kau pun menjadi semakin perhatian. Aku tak tahu apakah kau benar benar orang yang perhatian atau kau mulai menaruh rasa padaku. Waktu terus berjalan, dari teman chat biasa men...